RSS Feed (xml)

Wednesday, March 21, 2012


Sekolah Insan Kamil Didik Murid jadi Sarjana Ulama

Bagi Warga Bogor, utamanya yang bermukim di wilayah Bogor Barat yang dilintasi Jalan Dramaga-Bubulak Gunung Batu sebagian mungkin sudah mengenal sebuah Majlis Keilmuan yang bernama Majlis Al-Ihya Bogor. Di sepanjang jalur itu, beberapa sekolah naungan Majlis Al-Ihya bernama Insan Kamil mulai dari TK, SD, SMP, SMA dan Perguruan Tinggi bisa diakses dengan mudah. 

Majlis Al-Ihya Bogor didirikan pada tanggal 1 Muharram 1398 H (29 Januari 1978) di Kp. Batu Tapak, Kel. Pasir Jaya, Kec. Kota Bogor Barat, Bogor., oleh KH Abdullah bin Muhammad Nuh bin Muhammad Idris. Dimulai dengan kegiatan majlis ta’lim, ceramah umum dan madrasah. 

Kemudian diamanahkan kepada muridnya, KH Muhammad Husni Thamrin Padmawijaya pada tanggal 28 Syawwal 1406 H. Maka dibangun dan dikembangkanlah Majlis Al-Ihya sedikit demi sedikit dengan cara membeli tanah di sekitarnya dan membangunnya secara mandiri tanpa pinjaman bank atau ketergantungan pada pihak lain. Hingga saat ini telah mencapai luas keseluruhan ± 4 Ha dengan luas bangunan ± 7000 m2. 
Komitmen utama Majlis Al-Ihya adalah mendidik murid menjadi Sarjana yang Ulama. Sedari awal pendiriannya Majlis Al-Ihya telah menerima santri/santriat yang bermukim untuk dididik ilmu-ilmu agama dengan syarat wajib sekolah umum. Karena keterbatasan yang ada seluruh santri/santriat bersekolah di luar Majlis Al-Ihya. Barulah pada tahun 1985 Majlis Al-Ihya mampu mendirikan Yayasan Pendidikan Insan Kamil dan membuka sekolah TK, SD, SMA dan SMA. Dan pada tahun ajaran 2006/2007 menyelenggarakan STIT (Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah). 
Dengan perjuangan dan perjalanan yang panjang Majlis Al-Ihya - Insan Kamil Bogor telah berkembang menjadi lembaga pendidikan yang memadukan keunggulan sistem pesantren dan keunggulan sistem sekolah dengan murid TK, SD, SMP, SMA, dan STIT keseluruhan ± 3000 orang, serta murid madrasah ± 1000 orang. Dari 3000 murid sekolah 389 murid diantaranya bermukim/mondok. 

Beberapa kegiatan dan pembelajaran yang dilakukan sekolah binaan Majlis Al-Ihya yaitu Sekolah SD Insan Kamil yang sudah menerapkan pembelajaran kegiatan CTL (Contextual Teaching and Learning). Salah satu kegiatan CTL SD Insan Kamil diisi dengan panen buah pepaya. Dengan model CTL murid dapat belajar materi pelajaran langsung dari kenyataan yang sebenarnya dan lebih menyenangkan. Keterlibatan dan rasa ingin tahu sangat dipacu dalam kegiatan ini. Sehingga murid dapat lebih mengenal dan menghargai lingkungan pendukung tanaman pepaya, kegunaan buahnya dan petani yang menanamnya. 
CTL adalah program rutin SD Insan Kamil Bogor untuk meningkatkan pendalaman materi pelajaran bukan hanya kognitif saja, tetapi meliputi ranah afektif dan psikomotor. Kreatifitas, keterlibatan dan kerja sama murid-murid sangat dipacu dalam kegiatan ini. 

Selain itu, kegiatan CTL SD Insan Kamil adalah melakukan ziarah ke Makam Mama Ajengan KH Abdullah bin Nuh. Kegiatan rutin yang dimasukkan ke dalam Model Pembelajaran CTL, murid-murid berkesempatan mengalami sendiri suasana ziarah dan menyusun laporan kegiatan dan perasaan yang dialami. Dengan demikian makna dan keutamaan ziarah dapat dialami langsung oleh murid. 

Ziarah adalah bentuk ibadah yang memperkaya pengalaman batin, karena dapat menanamkan rasa cinta kepada ulama, menyerap kesolehan dan akhlak karimah dan mengingat kematian. Kekayaan batin tersebut dapat lebih dihayati apabila murid dapat melaksanakannya secara langsung dengan didampingi pembimbing yang kompeten. 

Dengan membuat laporan presentasi mempergunakan power-point murid dilatih berfikir kreatif, kritis dan sistematis. Juga didorong kerja sama tim dan keberanian presentasi dan mengungkapkan gagasan dan perasaan. 

Pada kesempatan lain, murid-murid Insan Kamil Bogor juga ikut melaksanakan Sholat Rabu Wekasan, diikuti dengan pengajian dan ceramah umum berisi nilai-nilai perjuangan, pengorbanan dan kesabaran. Sholat Rabu Wekasan adalah do’a memohon kepada Allah agar perjuangan, pengorbanan dan kesabaran yang harus dialami untuk meraih keberhasilan tidak melampaui batas kemampuan kita. 

Sekolah Insan Kamil memiliki visi mendidik murid-murid agar menghayati dan mengamalkan bahwa hidup adalah ibadah, belajar adalah ibadah dan berprstasi adalah ibadah”, sehingga murid-murid memiliki: penguasaan ilmu-ilmu diniyah, ilmu pengetahuan dan pengembangan teknologi. 
Memiliki motivasi yang kuat untuk memberikan kemanfaatan yang sebesar-besarnya dan seluas-luasnya kepada masyarakat melalui Amaliyah-úbudiyah-Muámalah. Kesadaran yang mendalam bahwa keberhasilan hanya disandarkan pada pandangan Allah SWT. (encep azis muslim)